--- Pada Sel, 8/9/09, Sari_Estikarini@wvi.org <Sari_Estikarini@wvi.org> menulis:
Dari: Sari_Estikarini@wvi.org <Sari_Estikarini@wvi.org> Judul: Press Release: World Vision Indonesia Dukung Anak-anak Korban Gempa Kepada: Tanggal: Selasa, 8 September, 2009, 5:09 PM
SIARAN PERS World Vision Indonesia Dukung Anak-anak Korban Gempa Ruang Sahabat Anak Bantu Anak Tetap Ceria Jakarta, 8 September 2009 --- Gempa berkekuatan 7,3 SR yang mengguncang Jawa Barat 2 September lalu menyebabkan ribuan anak tertekan secara psikologis dan belum dapat bersekolah karena sebagian besar bangunan sekolah rusak parah. Untuk meringankan beban mereka, World Vision Indonesia, bekerjasama dengan beberapa lembaga membuka Ruang Sahabat Anak (RSA) atau Child Friendly Space di Pengalengan, 45 kilometer selatan kota Bandung. "Anak paling rentan terhadap tekanan psikologis maupun ancaman penyakit ketika terjadi bencana," Direktur Komunikasi World Vision Indonesia Katarina Hardono menyatakan Senin, 7 September. "Kami membuka Ruang Sahabat Anak untuk membantu meringankan beban anak-anak di Pengalengan." Bekerjasama dengan para relawan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial dari Bandung dan ibu-ibu PKK setempat di Pengalengan, World Vision sejak 6 September telah memulai program RSA dengan membuka satu RSA di desa Pengalengan, Kecamatan Pengalengan. Sebanyak 300 anak telah ikut berpartisipasi. Tiga RSA lagi diharapkan akan beroperasi minggu ini di desa Marga Mulya, Marga Mukti dan Sukamanah di Kecamatan Pengalengan. "Melalui RSA-RSA ini kami harap anak-anak dapat menyuarakan perasaan dan mendapat dukungan, sehingga mereka menyadari bahwa mereka tidak sendirian. Mereka juga bisa saling berbagi informasi, keceriaan dan bermain bersama seperti layaknya kehidupan normal," ungkap Katarina yang berkunjung ke Pengalengan. "Sarana ini juga bisa digunakan untuk mempromosikan pemahaman tentang Hak Anak, ASI eksklusif, menjaga kesehatan dasar dan sanitasi lingkungan," tambahnya. Untuk melengkapi proses belajar dan bermain anak-anak di RSA, World Vision telah mengirimkan sebuah minibus Perpustakaan Berjalan dari Jakarta. Ratusan anak dengan sangat antusias langsung memanfaatkan buku-buku yang disediakan di perpustakaan berjalan ini. Sementara itu, proses penyaluran bantuan tahap pertama bagi korban gempa di wilayah Pengalengan dan Tasikmalaya telah berhasil diselesaikan pada hari Minggu. Para staf World Vision, dibantu para relawan, telah menyalurkan 4.000 paket bantuan berupa family kit (3.000 paket) dan under-five kit (1000 paket). Dalam seminggu ke depan akan disalurkan lagi tambahan 3.000 paket bantuan keluarga dan 1.000 paket bantuan untuk balita. Mengingat kebutuhan akan air bersih di beberapa lokasi pengungsian di Pengalengan juga sangat mendesak, World Vision telah mulai mendistribusikan 5.000 liter air. Distribusi air akan terus dilanjutkan selama satu bulan. Saat ini World Vision juga mendatangkan tujuh unit mobile toilet untuk membantu para pengungsi. "Melihat dampak gempa yang sedemikian besar, World Vision Indonesia akan meningkatkan bantuan kemanusiaannya bagi korban gempa menjadi sekitar US$ 500,000 (sekitar Rp 5 milyar), dua kali lipat dari rencana semula. Konsentrasi bantuan tahap kedua akan difokuskan di daerah Pengalengan yang terkena dampak sangat parah," kata Trihadi Saptoadi, Direktur Nasional World Vision. Bantuan diproyeksikan akan berlangsung selama satu bulan. Sekilas World Vision World Vision Indonesia adalah lembaga kemanusiaan Kristen internasional yang bekerja untuk menciptakan perubahan pada kehidupan anak-anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. World Vision melayani semua orang tanpa membedakan agama, ras, suku atau jender. Dalam skala global, World Vision melayani di 98 negara dan mendukung lebih dari 100 juta orang dan 3,4 juta anak dampingan. Usia pelayanan World Vision di Indonesia telah mencapai 50 tahun, mencakup 700 desa yang terbentang mulai dari Nanggroe Aceh Darussalam sampai ke Papua. Saat ini, lebih dari 90,000 anak mendapat dukungan dari program-program yang dilaksanakan. Sekitar 6,000 anak didukung oleh masyarakat Indonesia, melalui mitra kerja Wahana Visi Indonesia. For more information, please call (62-21) 31927467 or log onto www.worldvision.or.id KONTAK MEDIA Katarina Hardono / Communications Director, katarina_hardono@wvi.org (+62 8111 838 476) Jimmy Nadapdap / Humanitarian Emergency Affairs Director, jimmy_nadapdap@wvi.org (+62 811 840 2497) World Vision Indonesia: Gedung 33, Jl. Wahid Hasyim no. 33 , Jakarta 10340 – Indonesia www.getyourjobs.info www.hrdcorner.info www.iklan.bestdigicam.com www.iklan.bestdigicam.com
|